Tampilkan postingan dengan label Tugas Andragogi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Andragogi. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2011

Modul Pembelajaran ( Revisi)


MODUL METODE KARYAWISATA

KARYA WISATA KE KEBUN STRAWBERRY


1.     Topik                          : Metode Pendidikan Orang Dewasa
2.     Jenis Metode                : Karyawisata
3.     Mata Kuliah                  : Andragogi
4.     Waktu Pelaksanaan          : 23 April 2011, pukul 10.00 s/d selesai

I. PENDAHULUAN
Pembuatan modul ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai metode pembelajaran karyawisata. Dengan adanya modul ini diharapkan pembaca dapat mengetahui dan dapat menerima manfaat dari metode karyawisata ini. Adapun tempat yang kami pilih untuk kunjunagn karyawisata adalah kebun strawberry yang terletak di Brastagi, tepatnya terletak di jalan Jamin Ginting, desa Tongkoh, kecamatan Jelat Raya. Luas dari kebun ini sendiri kurang lebih 1,5 ha. Alasan kami memilih kebun strawberry sebagai tempat kunjungan karyawisata karena kami ingin melihat suasana baru,karena selama ini yang kita lihat hanya kebun jeruk dan lain-lain.
Yang telah kami perhitungkan dalam kunjungan karyawisata ke kebun strawberry ini, mungkin dapat menambah wawasan peserta mengenai apa saja yang dilakukan di kebun strawberry, apa saja manfaat yang didapat jika berkebun strawberry. Kami sangat berharap dengan adanya kunjungan karyawisata ini dapat menambah wawasan kita serta sekaligus dapat memberi kepuasan tersendiri untuk kita.

II. METODE PEMBELAJARAN KARYA WISATA
Karyawisata adalah media yang penting dalam pendidikan orang dewasa. Kunjungan ini berupa kunjungan yang terencana ke suatu tempat di luar kelas atau ketempat perkumpulan organisasi.
Karyawisata biasanya berhubungan dengan kegiatan mengunjungi beberapa tempat yang menarik dan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada kunjungan lapangan. Adapun tujuan dari karyawisata ini adalah untuk mengamati situasi, mengamati kegiatan atau praktik, atau membawa kelompok menemui seseorang atau objek yang tidak dapat dibawa ke kelas selam jam pelajaran.
Contohnya saja misalnya karya wisata ke kebun strawberry, kita dapat melihat bagaimana kebun strawberry itu, kita diajarkan dari cara menanam bibitnya, pemberian pupuknya, penyiramannya sampai pada pemetikan hasil panen.

III.  TUJUAN KUNJUNGAN KE KEBUN STRAWBERI
Tujuan kunjungan ke kebun strawberry adalah untuk melihat cara mengolah tanaman tersebut. Mulai dari pembibitan, penanaman, sampai dengan masa panen tiba. dan juga untuk menambah pengetahuan kita mengenai cara berkebun, khususnya berkebun strawberry. Apalagi dalam kunjungan ini, akan secara langsung ada beberapa metode yang akan dilakukan secara bersamaan, misalnya metode diskusi, demonstrasi, dan pelatihan. 
IV. KEIKUTSERTAAN DALAM PERENCANAAN
Dalam perencanaan metode karyawisata ini yang ikut berpatisipasi adalah mahasiswa fakultas Psikologi USU yang mengambil mata kuliah Andragogi T.A 2010/2011.

V. PEMILIHAN TEMPAT TUJUAN
Dalam perencanaan ini, kelompok memilih kebun strawberry sebagai tempat untuk berkaryawisata. Alasannya karena kami ingin mencari suasana baru, dan sekaligus untuk refreshing melihat tanama-tanaman yang indah seperti strawberry dan dengan itu juga agar peserta dapat menambah wawasannya mengenai kebun strawberry. Dan kebun strawberry yang kami pilih adalah kebun strawberry yang berada di Berastagi.

VI. PENGATURAN WAKTU
Kami merencanakan berangkat ke Berastagi pada tanggal 23 april pukul 08.00 WIB.
Di perkirakan sampai di sana pukul 09.30. Tepat pada pukul 10.00 kita akan memulai persiapan-persiapan yang sudah ada.
Pukul 10.00 – 11.30 (2 sks) Metode Karyawisata.
Kita akan mengelilingi kebun strawberry dengan didampingi oleh pemilik kebun. Disini pihak dari pemilik kebun akan menjelaskan semua tentang bagaimana proses dari kebun strawberry tersebut. Jadi kita akan mengetahui semua proses yang ada dalam kebun strawberry tersebut. tepat pada pukul 11.00 WIB akan dilanjutkan oleh metode yang lainnya.

VII. TRANSPORTASI
Kelompok merencanakan keberangkatan ke Berastagi dengan menggunakan dua mobil. Salah satu mobil yang digunakan adalah mobil dari anggota lain, dan satu lagi mobil rental. Adapun biayanya untuk perjalanan ke kebun strawberry menggunakan 1 unit mobil avanza ( rental) dengan biaya Rp 250.000,- per unit + Rp 100.000,- biaya bensin (terlampir).

VIII. BAHAN DAN PERLENGKAPAN
Mungkin pada metode ini yang hanya diperlukan adalah perlengkapan untuk dokumentasi seperti, kamera ataupun handycam yang berguna untuk menyimpan semua apa yang telah dijalani dalam proses metode karyawisata.

IX. PEMBENTUKAN KEPANITIAAN
       Dalam melaksanakan kegiatan metode pembelajaran pada mata kuliah Andragogi ini, kami membentuk kepanitiaan untuk mempermudah jalannya kegiatan metode pembelajaran ini. Adapun susunan kepanitiaan adalah sebagai berikut :

Dosen Pembimbing : Filia Dina Anggaraeni, M.Pd.
1.  Ketua Panitia                                  : Bobby Kurniawan ( 09-034)
2.  Penanggung Jawab Konsumsi                 : Cipta Arief Wibawa ( 09-099)
3.  Penanggung Jawab Transportasi             : Septi Utami Anugrah ( 08- 047)
4.  Penanggung Jawab Dokumentasi             : Ester Hotmauli T ( 08-054)  



X.    PERENCANAAN BIAYA
Adapun anggaran biaya yang diperlukan dalam metode Karyawisata ini adalah sebagai berikut :
1.  Biaya Transportasi   : 1 unit mobil avanza rental +bensin  = Rp 250.000
2.  Biaya Konsumsi      : makan, 14 x @ 15.000                = Rp 210.000
                        1 kotak aqua gelas                          = Rp   20.000
3. Biaya Cendramata                                                = Rp   50.000
4.  Biaya Pembelian Strawberry : 1kg Rp 80.000               = Rp   80.000



XI.   KENDALA
       Kendala – kendala yang diperkirakan akan terjadi :
1.  Jika hujan turun, maka performa karyawisata diganti dengan performa diskusi yang tidak harus dilaksanakan di lapangan terbuka.
2.  Izin orangtua. Berhubung kegiatan ini dilaksanakan di luar kota, kemungkinan akan ada rekan - rekan yang tidak diberikan izin oleh orang tua. Solusi yang kami tawarkan adalah dengan adanya izin resmi dari pihak kampus dan dengan keterangan bahwa ada dosen yang ikut serta dalam kegiatan ini, sehingga dimungkinkan orang tua memberikan kepercayaan untuk anak mereka ikut.
3.  Teknis konsumsi. Penyediaan makan siang sudah ditanggungjawabi oleh satu rekan, yakni Cipta. Kemungkinan kendala adalah tempat membeli makan siang tersebut. Karena tempat tersebut berada di lokasi tujuan, yang tidak bisa dipastikan buka / tutupnya, maka alternatifnya adalah menentukan beberapa tempat makan di sekitar daerah karya wisata tersebut.
4.  Kendala transportasi (kejadian di luar dugaan), seperti pecah ban, mogok, dsb. Alternatif: sebelum keberangkatan, dipastikan terlebih dahulu kesiapan mobil.

DAFTAR PUSTAKA
 Suprijanto. 2005. Pendidikan Orang Dewasa : Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta : PT Bumi Aksara

Jumat, 01 April 2011

MODUL KARYAWISATA

MODUL METODE KARYAWISATA
KARYA WISATA KE KEBUN STRAWBERRY

SEPTI UTAMI ANUGRAH (08-047)

1.     Topik                          : Metode Pendidikan Orang Dewasa
2.     Jenis Metode             : Karyawisata
3.     Mata Kuliah               : Andragogi
4.     Waktu Pelaksanaan : 23 April 2011, pukul 10.00 s/d selesai

I.                PENDAHULUAN
Karyawisata adalah media yang penting dalam pendidikan orang dewasa. Kunjungan ini berupa kunjungan yang terencana ke suatu tempat di luar kelas atau ketempat perkumpulan organisasi.
Karyawisata biasanya berhubungan dengan kegiatan mengunjungi beberapa tempat yang menarik dan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada kunjungan lapangan.
Adapun tujuan dari karyawisata ini adalah untuk mengamati situasi, mengamati kegiatan atau praktik, atau membawa kelompok menemui seseorang atau objek yang tidak dapat dibawa ke kelas selam jam pelajaran.
Contohnya saja misalnya karya wisata ke kebun strawberry, kita dapat melihat bagaimana kebun strawberry itu, kita diajarkan dari cara menanam bibitnya, pemberian pupuknya, penyiramannya sampai pada pemetikan hasil panen.
Dalam metode karyawisata ini ada beberapa keuntungan dan kelemahan yang akan kita dapatkan. Ada beberapa kelebihannya adalah :
1.     Kunjungan karyawisata memberi kesempatan untuk mengumpulkan pengalaman dan informasi baru
2.     Benda-benda dapat diamati dalam bentuk aslinya
3.     Minat dan ketelitian pengamatan anggota dapat ditumbuhkan
4.     Karyawisata memberi kesempatan kepada peserta untuk menggabungkan sekolah atau kegiatan organisasi dengan kehidupan masyrakat, dll.
Dan kelemahannya adalah :
1.     Tidak cocok untuk beberapa bidang permasalahan
2.     Mahal ( waktu, uang dan tenaga ), jika karwyawisatanya jauh
3.     Memerlukan banyak persiapan
4.     Melibatkan orang lain.

II.              TUJUAN KUNJUNGAN KE KEBUN STRAWBERI
Tujuan kunjungan ke kebun strawberry adalah untuk melihat cara mengolah tanaman tersebut. Mulai dari pembibitan, penanaman, sampai dengan masa panen tiba. dan juga untuk menambah pengetahuan kita mengenai cara berkebun, khususnya berkebun strawberry. Apalagi dalam kunjungan ini, akan secara langsung ada beberapa metode yang akan dilakukan secara bersamaan, misalnya metode diskusi, demonstrasi, dan pelatihan.

III.            KEIKUTSERTAAN DALAM PERENCANAAN
Dalam perencanaan metode karyawisata ini yang ikut berpatisipasi adalah mahasiswa fakultas Psikologi USU yang mengambil mata kuliah Andragogi T.A 2010/2011.
IV.            PEMILIHAN TEMPAT TUJUAN
Dalam perencanaan ini, kelompok memilih kebun strawberry sebagai tempat untuk berkaryawisata. Alasannya karena kelompok merasa bahwa dalam kunjungan itu akan mendapatkan pemahaman mengenai cara berkebun strawberry. Dan kebun strawberry yang kami pilih adalah kebun strawberry yang berada di Berastagi.
V.              PENGATURAN WAKTU
Kami merencanakan berangkat ke Berastagi pada tanggal 23 april pukul 08.00 WIB.
Di perkirakan sampai di sana pukul 09.30
Tepat pada pukul 10.00 kita akan memulai persiapan-persiapan yang sudah ada.
Pukul 10.00 – 11.00 Metode Karyawisata.
Kita akan mengelilingi kebun strawberry dengan didampingi oleh pemilik kebun. Disini pihak dari pemilik kebun akan menjelaskan semua tentang bagaimana proses dari kebun strawberry tersebut. Jadi kita akan mengetahui semua proses yang ada dalam kebun strawberry tersebut. tepat pada pukul 11.00 WIB akan dilanjutkan oleh metode yang lainnya.

VI.            TRANSPORTASI
Kelompok merencanakan keberangkatan ke Berastagi dengan menggunakan dua mobil. Salah satu mobil yang digunakan adalah mobil dari anggota lain, dan satu lagi mobil rental.
VII.         BAHAN DAN PERLENGKAPAN
Mungkin pada metode ini yang hanya diperlukan adalah perlengkapan untuk dokumentasi seperti, kamera ataupun handycam yang berguna untuk menyimpan semua apa yang telah dijalani dalam proses metode karyawisata.

VIII.       BIAYA
Adapun anggaran biaya yang diperlukan dalam metode Karyawisata ini adalah sebagai berikut :
1.     Biaya Transportasi                = Rp 250.000
2.     Bahan bakar minyak             = Rp 100.000

DAFTAR PUSTAKA
 Suprijanto. 2005. Pendidikan Orang Dewasa : Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta : PT Bumi Aksara

Kamis, 17 Februari 2011

Andragogi


TUGAS PENDIDIKAN ORANG DEWASA (ANDRAGOGI)

Septi Utami Anugrah (08-047)

I.I KASUS

       Pada hari ini tepatnya saat Mata kuliah Andragogi yang biasa juga kita sebut Pendidikan Orang Dewasa, ada tigamahasiswa yang terlihat belum hadir. Dengan begitu dosen bertanya keberadaan mereka, dengan begitu Dosen juga memberikan kontribusi waktu untuk menunggu mereka datang. Lalu beberapa waktu salah satunya telah tiba, ada dua mahasiswa lagi yang belum hadir. Setelah itu Dosen yang bersangkutan menyuruh salah seorang mahasiswa untuk menghubungi mahasiswa yang belum hadir tersebut. Pada saat itu pun seorang mahasiswa itu langsung menghubungi mereka, dia mengatakan bahwa Dosen telah memberikan kontribusi waktu untuk menunggu mereka. Akan tetapi mereka tetap mengatakan tidak hadir hari ini karena ada beberapa kendala yang menyebabkan mereka tidak dapat hadir pada hari ini. 

I.II PEMBAHASAN

       Menurut pembahasan kelompok kami, dari kasus diatas tersebut kami bahas berdasarkan salah satu dari ketujuh prinsip utama yang diambil dari artikel yang berjudul What Knowledge is of Most Worth yang ditulis dalam buku karangan Suprijanto, yaitu mengenai “etika”. Dimana dibuku ini dikatakan orang memiliki etika itu adalah orang yang memiliki nilai moral, jiwa pelayanan dan tanggung jawab pribadi serta menghargai orang lain. Kami menghubungkan ini, karena kami rasa sikap yang dimiliki mahasiswa yang tidak dapat hadir padaa saat itu kurang beretika, karena yang kami dengar ada salah satu dari mereka yang member alasan bahwa mereka tidak dapat hadir karena belum ada jam untuk beristirahat (makan) karena kuliah mereka dimulai dari pagi. Menurut kami itu sangat tidak logis, padahal dari setiap mata kuliah itu selalu diberikan jedah waktu paling tidak setengah atau bahkan hingga satu jam untuk beristirahat, ditambah lagi Dosen telah memberikan kontribusi waktu untuk mereka hadir saat itu. Mungkin menurut kami, dia tidak menghargai Dosen tersebut.
       Lalu selanjutnya kami pandang dari segi Minat mahasiswa tersebut. Dalam Suprijanto dikatakan bahwa dengan hanya sekedar latihan atau pengulangan tanpa di dasari dengan minat, hasil belajar tidak akan efektif. Sebenarnya kami tidak tahu mahasiswa tersebut memilih mata kuliah Andragogi ini berdasarkan minatnya, atau sekedar motivasi dia untuk mengikuti mata kuliah ini dikarenakan temannya juga memilih mata kuliah ini. Tapi dapat kami singgungkan, dimana yang kita tahu bahwa apabila pada dasarnya ada minat mahasiswa tersebut untuk memilih mata kuliah ini, seharusnya ia semangat ataupun sebisa mungkin untuk selalu menghadiri pertemuan di mata kuliah ini.
       Dengan begitu cara yang harus dilakukan bagi kita sebagai teman ataupun kelompok bahkan Dosen pada mata kuliah ini, sebaiknya kita memberikan motivasi kepada mereka, sehingga kita dapat membentuk kebiasaan yang positif pada diri mereka. Adapun beberapa dari cara untuk membentuk kebiasaan seseorang, yaitu kita menjadikan situasi dan kondisi sedemikian rupa sehingga pada mata kuliah Andragogi ini menyenangkan. Dengan tujuan agar mereka juga belajar menyukai mata kuliah ini dan berusaha menghadiri setiap pertemuan pada mata kuliah Andragogi. Lalu jangan biarkan pengeculaian terjadi sampai kebiasaan baru tersebut benar-benar berakar, contohnya, “jatah absen” dimana mahasiswa itu sadar bahwa mereka memiliki kesempatan untuk tidak hadir, disini seharusnya kita jangan sampai mebiarkan kebiasaan itu terjadi. Karena ada “jatah absen” kita bisa santai atau apapun itu, itu dapat mebuat kita terbiasa menggunakan kesempatan itu tidak hanya pada salah satu  mata kuliah juga, bahkan apabila yang terbiasa menggunakannya pada mata kuliah yang lain-lain juga. Memang semua itu adalah hak kita sebagai mahasiswa, tapi adalah bagusnya jika kita lebih baik selalu mengikuti mata kuliah apapun itu agar kita tidak ketinggalan materi-materi yang diajarkan.

I.III Pendekatan Perwujudan Diri Sendiri (Self Actualization Approach)

Pendekatan perwujudan diri menurut Maslow yang kami gunakan :

a.  Proses yang terpusat pada pebelajar
Asumsi yang mendasari adalah kesempatan-kesempatan untuk penemuan diri sendiri (self discovery) dapat mengembangkan kemampuan diri sendiri. Karena itu fungsi pembelajar terutama adalah menciptakan kesempatan-kesempatan untuk melibatkan pebelajar sebagai pribadi yang utuh dalam proses belajar mengajar. Dalam mata kuliah Andragogi ini, yang kami tahu adalah kami mahasiswa berperan aktif dalam pembelajaran. Jadi dengan fungsi dari pembelajar itu sangatlah baik apabila kita memanfaatkan kesempatan-kesempatan untuk selalu terlibat aktif dalam tugas pada mata kuliah ini. Dan oleh karena itu pembelajar harus mempunyai kemampuan untuk mendengarkan pendapat-pendapat pebelajar, tidak mendominasi pemikiran-pemikiran mereka, apapun prakarsa yang mereka cetuskan asal sesuai dengan norma-norma yang ada.

b.  Membantu timbulnya konsep diri yang positif
Salah satu dasar pendidikan perwujudan diri, adalah konsep diri yaitu cara seseorang melihat dirinya sendiri, dan sampai seberapa jauh ia memandang dirinya sebagai pembawa perubahan. Jadi kembali pada diri kita sendiri, apabila tidak ada yang memotivasi kita sebaiknya bangunlah motivasi dari dalam diri kita sendiri.
Seseorang yang mempunyai motivasi berkembang, akan menyelesaikan permasalahan-permasalahnnya dengan mengarah kedalam, artinya dengan mencari dirinya sendiri (by self searching) daripada mencari pengarah dari luar. Pendekatan perwujudan  diri, sependapat pula dengan anggapan bahwa perubahan yang efektif itu jika dimulai dari dalam diri seseorang, karena hal ini akan menimbulkan kemampuan-kemampuan, memupuk sikap positif serta menimbulkan kepercayaan pada diri sendiri yang lebih besar. Karena itu pendekatan perwujudan diri, akan memberikan rangsangan-rangsangan yang mendorong prakarsa pebelajar. 

SUMBER :
Suprijanto, H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa; dari teori hingga aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Yusnadi, (200-). Andragogi, pendidikan orang dewasa. Medan: Program Pascasarjana